Setiap keputusan pasti ada konsekuensinya.
Setiap perbuatan pasti ada akibatnya.
Setiap kesalahan pasti ada hukumannya.
Yup, di satu sisi ungkapan di atas benar adanya.
Banyak orang yang lantas berpikir bahwa kesalahan akan selalu membawa
kita pada akhir yang buruk.
Namun, hari ini Bo Sanchez membagikan suatu kabar gembira bagi kita…
Bahwa, rencana Tuhan lebih besar….jaaauuuuuuh melampaui….kesalahan
yang pernah kita lakukan!
So, jika kita pernah membuat kesalahan…ayo bangkit!!!
Masih banyak kesempatan untuk memperbaiki kesalahan tersebut….

in Christ,
Jessica
Baca Lanjutannya…

Oleh: denysutani | Januari 24, 2010

Indo DB2 User Group Facebook

Sekarang sudah sebuah komunitas DB2 bernama Indonesia DB2 User Group (IndoDUG). Group ini akan secara resmi mewakili komunitas DB2 Indonesia di kancah internasional. IndoDUG ini akan secara langsung bergabung dengan IDUG.

Untuk bergabung tinggal masuk ke
http://www.facebook.com/group.php?gid=362205335246 dan klik join.

Creatornya adalah mas Budi Surjanto, langsung dr DB2 Toronto Lab. Beberapa orang penting dari Canada seperti Lily Ryzebol and Ben Budiman pun join disini. DB2 expert baik dari IBM Indonesia maupun dari luar sudah bergabung.

Jangan disia-siakan kesempatan berharga ini.

Oleh: denysutani | Januari 21, 2010

DB2 HADR step by step

Berikut merupakan simulasi langkah-langkah melakukan HADR.
1. Buatlah 2 buah instance bernama HADR_P dan HADR_S dengan instance HADR_P telah memiliki sebuah database bernama HADB dengan alias HADBP
2. Klik kanan database HADB, pilih High Availability Disaster Recovery, Setup.
3. Klik configure untuk mengubah tipe log menjadi archive
4. Pilih system name dan instance name dimana database standby akan berada. Gunakan option use a backup image untuk membuat database standby.
5. Pilih image backup yang telah kita lakukan pada langkah ke 3.
6. Database name untuk standby server secara default akan bernama HADB (sama dengan database primary). Isi HADBS sebagai database alias untuk database standby.
7. Isi host name, HADR service name dan HADR port number yang sesuai. DB2 akan otomatis mengisi parameter yang sesuai.
8. Isi alternate port number jika dibutuhkan
9. Pilih synchronization mode yang dibutuhkan.
10. Klik finish
11. Jika berjalan dengan baik, klik kanan database HADBP, pilih High Availability Disaster Recovery, Manage.
Akan keluar gambar seperti berikut

Selamat mencoba

Oleh: denysutani | Januari 15, 2010

DB2 Tools – DB2DART

Salah satu yang selalu kita hadapi adalah masalah. DBA yang sudah mahir pun kadang mengalami masalah dalam menggunakan DB2. Oleh karena itu, DB2 telah menyediakan beberapa tool untuk membantu DBA mengetahui masalah yang sedang terjadi.

Berikut adalah kumpulan tool tersebut
- db2support : tool untuk mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan diagnostic seperti db2diag.log, dump files, notification log dll.
- db2trc : tool untuk melakukan trace terhadap masalah yang terjadi
- db2dart : tool untuk mencari dan memperbaiki data yang korup
- inspect : tool untuk mencari data yang korup
- db2cos : tool yang berjalan otomatis ketika database manager berhenti karena panic, trap, exceptio atau segmentation violation
- db2pdcfg : command untuk mengkonfigurasikan seberapa banyak informasi yang dikumpulkan atau bagaimana DB2 akan mengatasi sebuah masalah.
- db2fodc : jalankan tool ini saat database dan db2 command tidak responsif.

Kita akan mencoba membahas mengenai db2dart pada artikel ini.

db2dart merupakan tool untuk memeriksa keseluruhan database, tablespace di database atau sebuah table. Tool ini hanya dapat digunakan ketika tidak ada koneksi yang terhubung ke database.

Berikut syntax dari db2support
>>-db2dart–database-name–+———————+————-><
‘-action–+———+-’
‘-options-’

Untuk daftar action dan option bisa dilihat di http://publib.boulder.ibm.com/infocenter/db2luw/v8/index.jsp?topic=/com.ibm.db2.udb.doc/core/r0003477.htm

Berikut contoh sederhana penggunaannya
db2dart sample -> melakukan pemeriksaan terhadap keseluruhan object database.
db2dart sample /TSI 2 /TN “staff” -> melakukan pemeriksaan terhadap table staff. Gunakan list tablespaces untuk mendapatkan nilai ID dari tablespace

Sumber
Understanding DB2 Learning Visually with Examples

Oleh: denysutani | Januari 14, 2010

DB2 Tools – DB2TRC

Salah satu yang selalu kita hadapi adalah masalah. DBA yang sudah mahir pun kadang mengalami masalah dalam menggunakan DB2. Oleh karena itu, DB2 telah menyediakan beberapa tool untuk membantu DBA mengetahui masalah yang sedang terjadi.

Berikut adalah kumpulan tool tersebut
- db2support : tool untuk mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan diagnostic seperti db2diag.log, dump files, notification log dll.
- db2trc : tool untuk melakukan trace terhadap masalah yang terjadi
- db2dart : tool untuk mencari dan memperbaiki data yang korup
- inspect : tool untuk mencari data yang korup
- db2cos : tool yang berjalan otomatis ketika database manager berhenti karena panic, trap, exceptio atau segmentation violation
- db2pdcfg : command untuk mengkonfigurasikan seberapa banyak informasi yang dikumpulkan atau bagaimana DB2 akan mengatasi sebuah masalah.
- db2fodc : jalankan tool ini saat database dan db2 command tidak responsif.

Kita akan mencoba membahas mengenai db2trc pada artikel ini.

db2trc merupakan tool untuk melakukan trace terhadap masalah yang terjadi. Tool ini sangat berguna jika kita dapat melakukan rekonstruksi ulang error yang terjadi. Penggunaan tool ini dapat mempengaruhi kinerja sistem, oleh karena itu sebaiknya hanya gunakan tool ini jika dibutuhkan oleh DB2 Techinal Support.

Berikut syntax untuk db2trc
Read syntax diagramSkip visual syntax diagram           .-db2-.
>>-db2trc–+—–+–+———————————-+——-><
‘-das-’  +-on–+————————–+-+
|     +- -f–filename————+ |
|     |      .-,————-.   | |
|     |      V               |   | |
|     +- -p—-pid–+——+-+—+ |
|     |             ‘-.tid-’     | |
|     ‘-+- -l–+————-+-+-’ |
|       |      ‘-buffer_size-’ |   |
|       ‘- -i–+————-+-’   |
|              ‘-buffer_size-’     |
+-off——————————+
+-dmp–filename——————–+
+-flw–dump_file–output_file——+
+-fmt–dump_file–output_file——+
‘-clr——————————’

Berikut contoh penggunaan db2trc
db2trc on -l 8M -> menyalakan trace dan mengumpulkan 8MB informasi
db2trc dmp db2trc.dmp -> menulis informasi ke file
db2trc off -> mematikan trace
db2trc fmt db2trc.dmp trace.fmt -> memformat ke dalam text file dengan urutan process / thread
db2trc flw db2trc.dmp trace.flw -> memformat ke dalam text file dengan urutan waktu

Sumber
Understanding DB2 Learning Visually with Examples

Oleh: denysutani | Januari 13, 2010

DB2 Tools – DB2SUPPORT

Salah satu yang selalu kita hadapi adalah masalah. DBA yang sudah mahir pun kadang mengalami masalah dalam menggunakan DB2. Oleh karena itu, DB2 telah menyediakan beberapa tool untuk membantu DBA mengetahui masalah yang sedang terjadi.

Berikut adalah kumpulan tool tersebut
- db2support : tool untuk mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan diagnostic seperti db2diag.log, dump files, notification log dll.
- db2trc : tool untuk melakukan trace terhadap masalah yang terjadi
- db2dart : tool untuk mencari dan memperbaiki data yang korup
- inspect : tool untuk mencari data yang korup
- db2cos : tool yang berjalan otomatis ketika database manager berhenti karena panic, trap, exceptio atau segmentation violation
- db2pdcfg : command untuk mengkonfigurasikan seberapa banyak informasi yang dikumpulkan atau bagaimana DB2 akan mengatasi sebuah masalah.
- db2fodc : jalankan tool ini saat database dan db2 command tidak responsif.

Kita akan mencoba membahas mengenai db2support pada artikel ini.

db2support merupakan tool untuk mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan diagnostic seperti db2diag.log, dump files, notification log dan bisa juga informasi mengenai hardware dan OS. Untuk menjalankan tool ini disarankan agar memiliki authorisasi sebagai SYSADM. User lain yang memiliki authorisasi yang lebih rendah dapat menjalankan tool ini, namun akan mendapatkan hasil output yang lebih sedikit.

Berikut syntax dari db2support
db2support <output_path> -d <db_name> <options>

Berikut syntax lengkapnya
Syntax: db2support <output path>  [-f] [-a | -r]  [-d <db name> [-c]] [-m]
[-g] [-h] [-l] [-n <pmr number>]
[-p <password> [-u <user>]] [-q] [-s]
[-v] [-x] [-o <filename>]
[-st <"sql statment">] [-sf <filename>]
[-se <filename>][-cl <level>][-td <delimiter>]

[-cs <cur schema>][-ro] [-co]
[-cd <cur degree>][-ol <opt level>]
[-ra <refresh age>][-fp <func path>]
[-op <opt profile>][-ot <opt tables>]
[-il <isolation level>]

-f  -flow          Turn off pausing.
-a  -all_core      Capture all core files
-c  -connect       Attempt to connect to specified DB (default is no)
-d  -database      Specify the database name
-g  -get_dump      Capture all files in dump directory (excluding core)
-h  -help          Help on what this tool does (display usage info)
-l  -logs          Capture active logs
-m  -html          Generate system output in HTML format
-n  -number        PMR number/identifier for current problem, if known
-o  -output        Specify the output file name, archived in ZIP format
Default file name is db2support.zip
-p  -password      Connection password to use with -c
-q  -question_resp Interactive problem analysis mode
-r  -recent_core   Capture most recent core file (default is no)
-s  -system_detail Gather detailed hardware and OS info
-u  -user          User ID to use with the -c option
-v  -verbose       Verbose output while running
-x  -xml_generate  Produce XML with logic used during -q mode

Optimizer problem mode options

-st -sqlstmt       Specify the SQL statement
-sf -sqlfile       Specify the SQL file path
-se -sqlembed      Specify the embedded SQL file path
-td -delimiter     Specify the statement termination character
-cd -curdegree     Specify the current degree special register value
-cs -curschema     Specify the current schema value
-ol -optlevel      Specify the optimization level special register value
-ra -refreshage    Specify the refresh age special register value
-fp -funcpath      Specify the function path special register value
-op -optprofile    Specify the optimization profile special register value
-ot -opttables     Specify the current maintained tables for optimization
special register value
-il -isolation     Specify the isolation level
-ro -reopt         Specify EXPLAIN with REOPT ONCE when explaining the query
-co -complete      Collect catalogs for all tables in database
-cl -collect       Specify the optimization data collection level
Valid values are:
0 = collect only catalogs, db2look, dbcfg, dbmcfg, db2set
1 = collect 0 plus exfmt
2 = collect 1 plus .db2service (DEFAULT)
3 = collect 2 plus db2batch (ATTENTION: statement is executed!)

Berikut contoh sederhana penggunaannya
db2support . -d sample –> akan menghasilkan informasi mengenai database sample

Sumber
Understanding DB2 Learning Visually with Examples

Oleh: denysutani | Januari 12, 2010

DB2 Incremental Restore Tutorial

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang incremental restore. Sekarang kita akan mencoba untuk melakukan restore dengan menggunakan image incremental backup yang telah dibuat.

Berikut langkah-langkah melakukan restore dari incremental backup image
1. Setelah melakukan incremental backup, kita mencoba untuk melakukan restore.
2. Lakukan delete terhadap table staff dengan id 360 dan 370 yang telah kita buat.

3. Restore dengan menggunakan image incremental backup. DB2 dapat melakukan automatic tracking terhadap backup yang diperlukan untuk melakukan restore. Hal ini sangat berguna jika terdapat banyak image incremental backup. Untuk melakukan restore gunakan perintah “db2 restore database sample incremental automatic taken at 20100106085017″
4. Setelah berhasil melakukan restore, lakukan select kembali tabel staff dan terlihat bahwa record yang dihapus telah berhasil dikembalikan.
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

Selamat mencoba :)

Oleh: denysutani | Januari 11, 2010

DB2 Incremental Backup Tutorial

Berikut ini kita akan mencoba untuk melakukan incremental backup. Seperti yang pernah di bahas di artikel
sebelumnya, incremental backup mempunyai banyak kelebihan, di samping lebih cepat dalam melakukan backup juga akan menghemat storage.

Berikut langkah-langkahnya
1. Untuk dapat melakukan incremental backup, DB2 harus mengaktifkan monitor perubahan pages. Hal ini dapat dilakukan dengan menjalankan perintah “db2 update db cfg for sample using trackmod yes”
2. Setelah berhasil mengubah database configuration, lakukan full backup. Hal ini berguna untuk menjadi dasar bagi backup incremental yang hanya mencatat perubahan yang terjadi saja. Untuk melakukan full backup jalankan perintah “db2 backup db sample”
3. Bacalah sebuah table, misalnya di sini adalah staff. Tercatat ada 35 record.
4. Tambahkan data sehingga terjadi perbedaan dengan image backup yang telah kita buat.
db2 insert into staff values (360,’Deny’,20,’Mgr’,5,20000.00,1000.00);
db2 insert into staff values (370,’Anto’,20,’Mgr’,2,30000.00,500.00);
5. Lakukan incremental backup dengan menjalankan perintah “db2 backup db sample incremental”
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

6. Cek apakah file backup telah terbentuk. Akan terlihat bahwa file incremental backup jauh lebih kecil dibanding melakukan full backup
db2

Selamat mencoba

Oleh: denysutani | Januari 10, 2010

Cognos Express – Report Studio

Dalam artikel ini kita akan mencoba membuat sebuah report di cognos dengan menggunakan report studio. Dengan menggunakan report studio kita dapat membuat report yang lebih kompleks dari pada menggunakan query studio.  Di sini kita akan mencoba membuat sebuah tabel data biasa, ditambah dengan map dan chart.

Berikut langkah-langkahnya.
1. Buka cognos express welcome page dan pilih create professional report with report studio. Pilih package GO datawarehouse (analysis)
2. Pilih new report
3. Pada jendela new, pilih blank. Tampilan report lain seperti list, crosstab dan lain-lain dapat ditambahkan pada saat design laporan
4. Pada toolbox insertable object, drag and drop object table, dan buat tabel dengan 2 baris dan 2 kolom
5. Drag and drop object crosstab ke kiri bawah tabel.
6. Pada source insertable object, buka Sales and Marketing (analysis)-> Sales-> Product -> Product All -> Member -> Product All, drag and drop semua product ke bagian row.
Pada source insertable object, buka Sales and Marketing (analysis)-> Sales-> Time dimension-> Year. Drag and drop year ke bagian colomn.
Pada source insertable object, buka Sales and Marketing (analysis)-> Sales-> Sales fact. Drag and drop gross margin ke bagian measure.
Jika sesuai maka akan menghasilkan gambar seperti berikut

7. Pada toolbox insertable object, drag and drop object map ke kiri atas tabel. Pilih map world
Pada source insertable object, buka Sales and Marketing (analysis)-> Sales-> Sales fact. Drag and drop gross margin ke bagian color.
Pada source insertable object, buka Sales and Marketing (analysis)-> Sales-> Branch, drag and drop Country ke bagian location.

8. Drag and drop object chart ke kanan atas tabel dan pilih gauge.
Pada source insertable object, buka Sales and Marketing (analysis)-> Sales-> Sales fact. Drag and drop quantity ke bagian default measure.
Pada source insertable object, buka Sales and Marketing (analysis)-> Sales-> Product -> Product All -> Member -> Product All, drag and drop semua product ke bagian series (needles).

9. Drag and drop object chart ke kanan atas tabel dan pilih bar.
Pada source insertable object, buka Sales and Marketing (analysis)-> Sales-> Sales fact. Drag and drop gross profit ke bagian default measure.
Pada source insertable object, buka Sales and Marketing (analysis)-> Sales-> Product -> Product All -> Member -> Product All, drag and drop semua product ke bagian categories.

10. Jika berhasil maka ketika dijalankan akan menghasilkan report seperti gambar berikut
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

Selamat mencoba.

Oleh: denysutani | Januari 9, 2010

Cognos Express – Query Studio

Query studio sering kali digunakan untuk membuat laporan yang sederhana (walaupun untuk yg rumit pun bisa), jika ingin lebih kompleks gunakan report studio. Contoh pembuatan report dengan menggunakan report studio akan dibahas di artikel berikutnya.

Berikut merupakan langkah-langkah untuk membuat sebuah report sederhana dengan menggunakan query studio.
1. Buka Cognos Express Welcome Page dan klik Query my business data with Query Studio
2. Pilih package GO Sales (query)
3. Dari data source yang ada di sebelah kiri, drag and drop order number, product number, product name dan quantity
4. Dari query sederhana, kita dapat memodifikasinya menjadi bentuk lain. Misalnya membuat berdasarkan group. Klik header order number kemudian klik button group
5. Klik kata title untuk mengubah judul laporan.
6. Kemudian klik semua header yang ada, kemudian klik kanan dan pilih change font style. Ubah parameter sesuai yang diinginkan.
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

7. Klik icon chart sehingga muncul panel chart. Kita dapat memilih berbagai macam chart seperti column, bar, pie dan lain-lain.
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

8. Klik icon Filter sehingga muncul panel filter. Di sini kita dapat memilih data apa saja yang muncul di report. Pilih prompt every time the report runs jika ingin user dapat memilih data yang ingin dilihat saja.
8. Di panel kiri, klik run report dan pilih view in PDF. Kita juga dapat membuat report dalam bentuk html ataupun excel.

Selamat mencoba.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori