Oleh: denysutani | November 2, 2009

DB2 Tools – db2pd

Kita akan membahas sebuah tool yang sangat powerful di DB2, yaitu db2pd

Berikut syntaxnya

>>-db2pd–+——–+–+——–+–+———–+—————–>
‘- -inst-’ ‘- -help-’ ‘- -version-’

.-,————————-.
V |
>—-+———————–+-+–+———————-+——>
‘- -dbpartitionnum–num-’ ‘- -alldbpartitionnums-’

.-,————————.
V |
>—-+———————-+-+–+—————-+————->
‘- -database–database-’ ‘- -alldatabases-’

>–+——————+–+————–+———————–>
‘- -file–filename-’ ‘- -everything-’

>–+———————+–+—————+–+——–+——->
‘- -command–filename-’ ‘- -interactive-’ ‘- -full-’

>–+——–+–+————-+–+————————–+—->
‘-9 -hadr -’ ‘-9 -utilities -’ ‘- -repeat–num sec–count-’

>–+———————————————————————————-+–>
‘- -applications–+——————-+–+——————–+–+—————+-’
+-application=appid-+ +-database–database-+ ‘-file=filename-’
‘-agent=agentid—–’ ‘-alldatabases——-’

>–+—————————————————————-+–>
‘- -agents–+——————-+–+——–+–+—————+-’
+-agent=agentid—–+ ‘- -inst-’ ‘-file=filename-’
‘-application=appid-’

>–+————————————————————————————–+–>
‘- -transactions–+———————–+–+——————–+–+—————+-’
+-transaction=tranhandl-+ +-database–database-+ ‘-file=filename-’
‘-application=apphdl—-’ ‘-alldatabases——-’

>–+———————————————————-+–>
‘- -bufferpools–+——————–+–+—————+-’
+-database–database-+ ‘-file=filename-’
‘-alldatabases——-’

>–+—————————————————+——–>
‘- -logs–+——————–+–+—————+-’
+-database–database-+ ‘-file=filename-’
‘-alldatabases——-’

>–+——————————————————————————————–+–>
‘- -locks–+———————+–+——————–+–+—————+–+———–+-’
‘-transaction=tranhdl-’ +-database–database-+ ‘-file=filename-’ ‘-showlocks-’
‘-alldatabases——-’

>–+—————————————————————————————————+–>
‘- -tablespaces–+——————–+–+—————+–+——-+–+————————–+-’
+-database–database-+ ‘-file=filename-’ ‘-group-’ ‘-tablespace=tablespace_id-’
‘-alldatabases——-’

>–+——————————————————+—–>
‘- -dynamic–+——————–+–+—————+-’
+-database–database-+ ‘-file=filename-’
‘-alldatabases——-’

>–+—————————————————–+——>
‘- -static–+——————–+–+—————+-’
+-database–database-+ ‘-file=filename-’
‘-alldatabases——-’

>–+————————————–+———————>
‘- -fcm–+——–+–+—————+-’
‘- -inst-’ ‘-file=filename-’

>–+——————————————————————-+–>
‘- -mempools–+——————–+–+——–+–+—————+-’
+-database–database-+ ‘- -inst-’ ‘-file=filename-’
‘-alldatabases——-’

>–+——————————————————————+–>
‘- -memsets–+——————–+–+——–+–+—————+-’
+-database–database-+ ‘- -inst-’ ‘-file=filename-’
‘-alldatabases——-’

>–+—————————————–+——————>
‘- -dbmcfg–+——–+–+—————+-’
‘- -inst-’ ‘-file=filename-’

>–+—————————————————-+——->
‘- -dbcfg–+——————–+–+—————+-’
+-database–database-+ ‘-file=filename-’
‘-alldbs————-’

>–+—————————————————–+——>
‘- -catalogcache–+————–+–+—————+-’
+-db–database-+ ‘-file=filename-’
‘-alldbs——-’

>–+———————————————————–+–>
‘- -sysplex–+————-+–+——–+–+—————+-’
‘-db=database-’ ‘- -inst-’ ‘-file=filename-’

>–+—————————————————————————————————————-+–>
‘- -tcbstats–+——-+–+———————+–+—————–+–+——————–+–+—————+-’
+-all—+ ‘-tbspaceid=tbspaceid-’ ‘-tableid=tableid-’ +-database–database-+ ‘-file=filename-’
‘-index-’ ‘-alldatabases——-’

>–+—————————————————-+——->
‘- -reorg–+——————–+–+—————+-’
+-database–database-+ ‘-file=filename-’
‘-alldatabases——-’

>–+——————————————————-+—->
‘- -recovery–+——————–+–+—————+-’
+-database–database-+ ‘-file=filename-’
‘-alldatabasess——’

>–+—————————————————-+——->
‘- -reopt–+——————–+–+—————+-’
+-database–database-+ ‘-file=filename-’
‘-alldatabasess——’

>–+—————————————+——————–>
‘- -osinfo–+——+–+—————+-’
‘-disk-’ ‘-file=filename-’

>–+—————————————+——————-> output.txt (menghasilkan output seperti informasi OS, CPU, dan memory, informasi mengenai instance, database, partisi dll)
- db2pd -applications -db sample (menghasilkan informasi aplikasi yang berkaitan dengan database sample)

Sumber
http://publib.boulder.ibm.com/infocenter/db2luw/v8/index.jsp?topic=/com.ibm.db2.udb.doc/core/r001129.htm

Oleh: denysutani | November 1, 2009

DB2 Pure Scale

IBM meluncurkan sebuah teknologi terbaru bernama DB2 Pure Scale. Teknologi ini dapat membantu meningkatkan jumlah transaksi sekaligus mengurangi resiko dan biaya yang dibutuhkan untuk mengupgrade sistem.

Penambahan kapasitas ini dapat dilakukan tanpa perubahan di aplikasi ataupun database tuning. Dengan Pure Scale, perusahaan dapat membeli hanya yang mereka butuhkan saja untuk menambah kapasitas yang diperlukan dengan hanya menambah server ke dalam sistem DB2 Pure Scale.

Dari segi efisiensi, dengan menggunakan lebih dari 100 Power Server, dalam test performa tercatat produktifitas sistem mencapai 80%, sedangkan jika 64 server maka akan mencapai 90%.

Dengan kombinasi PowerHA, maka teknologi ini mempunyai beberapa keunggulan
- unlimited capacity
- application transparency
- continuous availability

Produk ini akan tersedia di Power 550 Express dan Power 595.

Sumber
http://www-01.ibm.com/software/data/db2/9/editions-features-purescale.html

Oleh: denysutani | Oktober 22, 2009

DB2 Instance Configuration – Secure Socket Layer

Kita akan membahas mengenai penggunaan parameter yang ada di DB2. Paramater ini dapat merupakan configurasi instance atau database. Untuk sekarang kita akan membahas terlebih dahulu mengenai instance configuration.

Instance configuration dapat diliat dari Control Center ataupun dari command prompt. Jika dari command prompt maka ketikkan command “db2 get dbm cfg”, namun melihat dari commant prompt agak lebih sulit karena tidak terbagi-bagi. Jika menggunakan Control Center, pilih instance, kemudian klik kanan dan pilih Configure Parameter.

Ada beberapa pembagian configuration di Control Center.
1. Administration
2. Application
3. Communications
4. Diagnostic
5. Environment
6. Miscellaneous
7. Monitor
8. Parallel
9. Performance
10. Secure Socket Layer

Sekarang kita akan membahas yang secure socket layer.
1. ssl_cipherspecs : menentukan cipher yang diperbolehkan untuk koneksi ke server ketika menggunakan protokol SSL.

parameter yang digunakan
- null (default)
- TLS_RSA_WITH_AES_256_CBC_SHA
- TLS_RSA_WITH_AES_128_CBC_SHA
- TLS_RSA_WITH_3DES_EDE_CBC_SHA

2. ssl_clnt_keydb : menentukan path dimana key file yang digunakan untuk koneksi SSL berada di komputer client.

parameter yang digunakan
- null

3. ssl_clnt_stash : menentukan path dimana stash file yang digunakan untuk koneksi SSL berada di komputer client.

parameter yang digunakan
- null

4. ssl_svcename : menentukan port dimana database server menunggu hubungan komunikasi dari client menggunakan protokol SSL.

parameter yang digunakan
- null

5. ssl_svr_keydb : menentukan path dimana key file yang digunakan untuk menginstall SSL di komputer server.

parameter yang digunakan
- null

6. ssl_svr_label : menentukan label dari personal certificate dari server yang ada di key database.

parameter yang digunakan
- null

7. ssl_svr_stash : menentukan path dimana key file yang digunakan untuk menginstall SSL di komputer server.

parameter yang digunakan
- null

8. ssl_versions : menentukan versi SSL dan TLS yang didukung oleh server.

parameter yang digunakan
- null
- TLSv1

Sumber
http://publib.boulder.ibm.com/infocenter/db2luw/v9r7/index.jsp?topic=/com.ibm.db2.luw.admin.config.doc/doc/r0053734.html

Oleh: denysutani | Oktober 21, 2009

DB2 Instance Configuration – Performance

Kita akan membahas mengenai penggunaan parameter yang ada di DB2. Paramater ini dapat merupakan configurasi instance atau database. Untuk sekarang kita akan membahas terlebih dahulu mengenai instance configuration.

Instance configuration dapat diliat dari Control Center ataupun dari command prompt. Jika dari command prompt maka ketikkan command “db2 get dbm cfg”, namun melihat dari commant prompt agak lebih sulit karena tidak terbagi-bagi. Jika menggunakan Control Center, pilih instance, kemudian klik kanan dan pilih Configure Parameter.

Ada beberapa pembagian configuration di Control Center.
1. Administration
2. Application
3. Communications
4. Diagnostic
5. Environment
6. Miscellaneous
7. Monitor
8. Parallel
9. Performance
10. Secure Socket Layer

Sekarang kita akan membahas yang performance.
1. agent_stack_size : menentukan besarnya virtual memory yang dialokasikan untuk masing-masing agent.

parameter yang digunakan
Linux® (32-bit)
256 [16 – 1024]
Linux (64-bit) and UNIX®
1024 [256 – 32768]
Windows®
16 [8 – 1000]

2. aslheapsz : menentukan besarnya communication buffer antara aplikasi dengan agentnya.

parameter yang digunakan
- 15 (default)
- 1 – 524288

3. audit_buf_sz : menentukan besarnya buffer ketika mengaudit database

parameter yang digunakan
- 0 (default)
- 0 – 65000

4. backbufsz : menentukan besarnya buffer untuk melakukan backup database

parameter yang digunakan
- 1024 (default)
- 8 – 524288

5. dir_cache : menentukan apakah directory file dari database, node dan DCS akan disimpan sementara ke memory.

parameter yang digunakna
- yes (default)
- no

6. instance_memory : menentukan jumlah memory maksimal yang dialokasikan untuk database partition

parameter yang digunakan
- automatic (default)
- 0 – 1000.000 (32bit)
- 0 – 68.719.476.736 (64bit)

7. java_heap_sz : menentukan jumlah maksimal dari heap yang digunakan oleh java interpreter ketika menjalankan stored procedure dan UDF

parameter yang digunakan
HP-UX
4096 [0 - 524 288]
All other operating systems
2048 [0 - 524 288]

8. min_privmem : menentukan jumlah pages yang akan dipesan oleh database server process sebagai private virtual memory ketika instance DBM dijalankan.

parameter yang digunakan
- 32 (default)
- 32 – 112000

9. mon_heap_sz : menentukan jumlah memory yang dialokasikan untuk melakukan monitor

parameter yang digunakan
- automatic (default)
- 0 – 60000

10. priv_mem_thresh : menentukan besarnya memory private dari agent yang tak terpakai yang akan tetap dialokasikan sehingga siap untuk digunakan oleh agent baru.

parameter yang digunakan
- 20000 (default)
- -1 : akan menggunakan nilai dari min_priv_mem
- 32 – 112000

11. restbufsz : menentukan besarnya buffer untuk melakukan restore database

parameter yang digunakan
- 1024 (default)
- 16 – 524288
12. resync_interval : menentukan rentang waktu dalam detik untuk transaction manager, resource manager atau sync point manager melakukan percobaan kembali untuk melakukan recovery terhadap outstanding indoubt transaction yang ditemukan.

parameter yang digunakan
- 180 (default)
- 1 – 60000

13. rqrioblk : menentukan besarnya buffer komunikasi antara remote application dan agentnya di database server.

parameter yang digunakan
- 32767 (default)
- 4096 – 65535

14. sheapthres : menentukan jumlah memory yang dapat digunakan oleh operasi sort.

parameter yang digunakan
UNIX® 32-bit platforms
0 [0 - 2 097 152 ]
Windows® 32-bit platforms
0 [0 - 2 097 152 ]
64-bit platforms
0 [0 - 2 147 483 647 ]

15. spm_log_file_sz : menentukan besarnya sync point manager

parameter yang digunakan
- 256 (default)
- 4 – 1000

16. spm_log_path : menentukan letak directory dimana log dari SPM berada

17. spm_max_resync : menentukan jumlah agent yang dapat melakukan operasi resyc secara bersamaan

parameter yang digunakan
- 20 (default)
- 10 – 256

18. spm_name : menentukan nama dari instance SPM ke DBM. Valuenya berasal dari TCP/IP hostname

19. util_impact_lim : parameter ini mengijinkan DBA untuk membatasi penurunan performance dari throttled utility di workload

parameter yang digunakan
- 10 (default)
- 1 – 100

Sumber
http://publib.boulder.ibm.com/infocenter/db2luw/v9r7/index.jsp?topic=/com.ibm.db2.luw.admin.config.doc/doc/r0053734.html

Oleh: denysutani | Oktober 20, 2009

DB2 Instance Configuration – Parallel

Kita akan membahas mengenai penggunaan parameter yang ada di DB2. Paramater ini dapat merupakan configurasi instance atau database. Untuk sekarang kita akan membahas terlebih dahulu mengenai instance configuration.

Instance configuration dapat diliat dari Control Center ataupun dari command prompt. Jika dari command prompt maka ketikkan command “db2 get dbm cfg”, namun melihat dari commant prompt agak lebih sulit karena tidak terbagi-bagi. Jika menggunakan Control Center, pilih instance, kemudian klik kanan dan pilih Configure Parameter.

Ada beberapa pembagian configuration di Control Center.
1. Administration
2. Application
3. Communications
4. Diagnostic
5. Environment
6. Miscellaneous
7. Monitor
8. Parallel
9. Performance
10. Secure Socket Layer

Sekarang kita akan membahas yang parallel.
1. fcm_num_buffers : menentukan jumlah buffer berukuran 4KB yang akan digunakan untuk komunikasi internal database server.

parameter yang digunakan
- automatic
- 128 – 65300 (32bit)
- 128 – 524288 (64bit)

2. federated_async : menentukan jumlah maksimal dari asynchrony table queues (ATQ) dalam access plan yang didukung oleh federated server.

parameter yang digunakan
- 0 (default)
- 0 – 32767
- -1

3. intra_parallel : menentukan apakah database manager dapat menggunakan intra-partition parallelism

parameter yang digunakan
- NO / 0 (default)
- SYSTEM / -1
- YES / 1

4. max_querydegree : menentukan jumlah intra-partition parallelism yang digunakan untuk SQL statement yang dijalankan di instance database manager.

parameter yang digunakan
- -1(default)
- 1 – 32767
- ANY : ditentukan oleh system.

Sumber
http://publib.boulder.ibm.com/infocenter/db2luw/v9r7/index.jsp?topic=/com.ibm.db2.luw.admin.config.doc/doc/r0053734.html

Oleh: denysutani | Oktober 19, 2009

DB2 Instance Configuration – Monitor

Kita akan membahas mengenai penggunaan parameter yang ada di DB2. Paramater ini dapat merupakan configurasi instance atau database. Untuk sekarang kita akan membahas terlebih dahulu mengenai instance configuration.

Instance configuration dapat diliat dari Control Center ataupun dari command prompt. Jika dari command prompt maka ketikkan command “db2 get dbm cfg”, namun melihat dari commant prompt agak lebih sulit karena tidak terbagi-bagi. Jika menggunakan Control Center, pilih instance, kemudian klik kanan dan pilih Configure Parameter.

Ada beberapa pembagian configuration di Control Center.
1. Administration
2. Application
3. Communications
4. Diagnostic
5. Environment
6. Miscellaneous
7. Monitor
8. Parallel
9. Performance
10. Secure Socket Layer

Sekarang kita akan membahas yang monitor.
1. dft_mon_bufpool
2. dft_mon_lock
3. dft_mon_sort
4. dft_mon_stmt
5. dft_mon_table
6. dft_mon_timestamp
7. dft_mon_uow

Masing-masing parameter di atas, menentukan apakah kita ingin untuk memonitor object database tersebut. Secara default semuanya bernilai Off kecuali dft_mon_timestamp.

8. health_mon : menentukan apakah kita ingin untuk memonitor sebuah instance, database atau object database

parameter yang digunakan
- On (default)
- Off

Sumber
http://publib.boulder.ibm.com/infocenter/db2luw/v9r7/index.jsp?topic=/com.ibm.db2.luw.admin.config.doc/doc/r0053734.html

Oleh: denysutani | Oktober 18, 2009

DB2 Instance Configuration – Miscellaneous

Kita akan membahas mengenai penggunaan parameter yang ada di DB2. Paramater ini dapat merupakan configurasi instance atau database. Untuk sekarang kita akan membahas terlebih dahulu mengenai instance configuration.

Instance configuration dapat diliat dari Control Center ataupun dari command prompt. Jika dari command prompt maka ketikkan command “db2 get dbm cfg”, namun melihat dari commant prompt agak lebih sulit karena tidak terbagi-bagi. Jika menggunakan Control Center, pilih instance, kemudian klik kanan dan pilih Configure Parameter.

Ada beberapa pembagian configuration di Control Center.
1. Administration
2. Application
3. Communications
4. Diagnostic
5. Environment
6. Miscellaneous
7. Monitor
8. Parallel
9. Performance
10. Secure Socket Layer

Sekarang kita akan membahas yang miscellaneous.
1. conn_elapse : menentukan waktu yg dibutuhkan untuk koneksi TCP/IP untuk established antara 2 database partition server. Nilai dalam ukuran detik

parameter yang digunakan
- 10 (default)
- 0-100

2. max_connretries : menentukan jumlah maksimal dari percobaan untuk melakukan koneksi TCP/IP antara database partition server.

parameter yang digunakan
- 5 (default)
- 0-100

3. max_time_diff : menentukan jumlah maksimal perbedaan waktu dalam menit yang diperbolehkan antara database partition server yang tercatat di file konfigurasi node.

parameter yang digunakan
- 60 (default)
- 1-1400

4. start_stop_time : menentukan waktu dalam menit yang diperbolehkan untuk server melakukan respon terhadap START DBM atau STOP DBM, juga sebagai waktu timeout untuk ADD DBPARTITIONNUM

parameter yang digunakan
- 10 (default)
- 1-1400

Sumber
http://publib.boulder.ibm.com/infocenter/db2luw/v9r7/index.jsp?topic=/com.ibm.db2.luw.admin.config.doc/doc/r0053734.html

Oleh: denysutani | Oktober 15, 2009

DB2 – Materialized Query Table

Materialized Query Table (MQT) adalah sebuah table yang terbuat dari hasil sebuah query. Data yang ada di MQT berasal dari satu atau lebih table. MQT dapat dibayangkan seperti sebuah view. Namun query di view akan dijalankan ketika sebuah view dilihat, namun MQT menyimpan hasil query sebagai data sehingga tidak perlu melakukan query kembali.

Menggunakan MQT ini dapat meningkatkan kinerja terutama untuk query yang kompleks. Jika optimizer menganggap sebuah query atau sebagian dari query dapat menggunakan MQT, query dapat dibuat ulang untuk mendapatkan keuntungan dari MQT.

Ketika kita membuat MQT, kita dapat menentukan apakah table tersebut akan dimaintain oleh system atau oleh user. Jika dimaintain oleh system, maka tidak bisa dilakukan operasi insert, update atau delete terhadap table tersebut.

Ketika kita membuat MQT, juga kita dapat menentukan apakah data akan REFRESH IMMEDIATE atau REFRESH DEFERRED. Dengan ini kita dapat menentukan apakah data akan berubah secara otomotis jika terjadi perubahan pada table yang direferensi (REFRESH IMMEDIATE) atau terjadi saat diinginkan saja (REFRESH DEFERRED)

Sebelum menggunakan MQT, kita harus melakukan SET INTEGRITY terlebih dahulu karena MQT berada dalam check pending state.

Kita akan mencoba mempraktekkan MQT.
1. Buat sebuah table untuk menampung hasil query
2. Buat sebuah script bernama mqt.txt dan berisi script sebagai berikut
———————————————————————–
connect to sample;

alter table employee add unique (empid);
alter table department add unique (deptno);

create table emptest as (select e.empno,e.firstnme,e.lastname,d.deptno,d.deptname from employee e,department d where e.workdept = d.deptno)
data initially deferred refresh immediate;

set integrity for emptest immediate checked not incremental;
———————————————————————–

3. Kemudian jalankan db2cmd, arahkan ke path tempat script berasa dan ketikkan db2 – tvf mqt.txt

Table emptest diatas merupakan table yang dimaintained oleh system. Sehingga jika kita melakukan operasi insert, update atau delete maka akan muncul error DB21034E.

4. Buat sebuah script bernama mqt2.txt dan berisi script berikut
connect to sample;

create table ontario_2005_sales_team as (select distinct e.empno,e.firstnme,e.lastname, e.workdept, e.phoneno, ‘Ontario’ as region, year(s.sales_date) as year
from employee e, sales s
where e.lastname = s.sales_person and year(s.sales_date)= 2005
and left(s.region, 3) = ‘Ont’)
data initially deferred refresh deferred maintained by user;

set integrity for ontario_2005_sales_team materialized query immediate unchecked;

export to ontario_2005_sales_team.del of del
select distinct e.empno, e.firstnme,e.lastname,e.workdept,e.phoneno, ‘Ontario’ as region, year(s.sales_date) as year
from employee e, sales s
where e.lastname = s.sales_person and year(s.sales_date) = 2005 and left(s.region,3) =’Ont’;

import from ontario_2005_sales_team.del of del insert into ontario_2005_sales_team;

insert into ontario_2005_sales_team values(‘006900′,’RUSS’,'DYERS’,'D44′,’1234′,’Ontario’,2005);

select * from ontario_2005_sales_team;

5. Kemudian jalankan db2cmd, arahkan ke path tempat script berasa dan ketikkan db2 – tvf mqt.txt

Jika kita melihat, maka command insert yang kita lakukan diatas berhasil dengan baik. Hal ini terjadi karena kita menggunakan MAINTAINED BY USER.

Source
http://www.ibm.com/developerworks/data/library/techarticle/dm-0509melnyk/

Oleh: denysutani | Oktober 14, 2009

DB2 Instance Configuration – Environment

Kita akan membahas mengenai penggunaan parameter yang ada di DB2. Paramater ini dapat merupakan configurasi instance atau database. Untuk sekarang kita akan membahas terlebih dahulu mengenai instance configuration.

Instance configuration dapat diliat dari Control Center ataupun dari command prompt. Jika dari command prompt maka ketikkan command “db2 get dbm cfg”, namun melihat dari commant prompt agak lebih sulit karena tidak terbagi-bagi. Jika menggunakan Control Center, pilih instance, kemudian klik kanan dan pilih Configure Parameter.

Ada beberapa pembagian configuration di Control Center.
1. Administration
2. Application
3. Communications
4. Diagnostic
5. Environment
6. Miscellaneous
7. Monitor
8. Parallel
9. Performance
10. Secure Socket Layer

Sekarang kita akan membahas yang environtment.
1. comm_bandwidth : parameter ini membantu query optimizer menentukan alur akses dengan memberitahukan bandwidth antara database partition server.

parameter yang digunakan (MB/s)
-1 (default) : parameter akan direset ke default
1 – 100000

2. cpuspeed : menggambarkan kecepatan CPU dari mesin dimana database berada

3. dft_account_str : default charge back account. Berguna sebagai default suffix untuk accounting identifiers

4. discover_inst : menentukan apakah instance ini dapat dideteksi oleh DB2 recovery

parameter yang digunakan
- enable (default)
- disable

5. federated : parameter ini menentukan apakah akan mendukung penggunaan data dari dbms lainnya.

parameter yang digunakan
- no (default0
- yes

6. jdk_path : menentukan path directory dari SDK yang akan digunakan.

7. maxtotfilop : menentukan batas maksimal dari file yang dapat dibuka oleh semua agent dan thread yang dieksekusi pada sebuah instance database manager.

parameter yang digunakan
- 16000 (default)
- 100 – 32768

8. nodetype : memberikan informasi mengenai product DB2 yang diinstall.

9. numdb : menentukan jumlah maksimal database lokal yang dapat secara bersamaan aktif atau jumlah maksimal database alias yang dapat di catalog oleh server DB2 Connect

parameter yang digunakan
UNIX®
8 [1 — 256 ]
Windows® Database server with local and remote clients
8 [1 — 256 ]
Windows Database server with local clients
3 [1 — 256 ]

10. release : berisi release level dari file configuration

11. tm_database : menentukan nama dari transaction manager database untuk masing-masing instance

parameter yang digunakan
- 1ST_CONN (default)
-

12. tp_mon_name : menentukan nama dari transaction processing monitor yang digunakan

parameter yang digunakan
- CICS®
- MQ
- CB
- SF
- TUXEDO
- TOPEND
- blank or some other value (for UNIX® and Windows®; no other possible values for Solaris or SINIX)

Sumber
http://publib.boulder.ibm.com/infocenter/db2luw/v9r7/index.jsp?topic=/com.ibm.db2.luw.admin.config.doc/doc/r0053734.html

Oleh: denysutani | Oktober 13, 2009

DB2 Instance Configuration – Diagnostic

Kita akan membahas mengenai penggunaan parameter yang ada di DB2. Paramater ini dapat merupakan configurasi instance atau database. Untuk sekarang kita akan membahas terlebih dahulu mengenai instance configuration.

Instance configuration dapat diliat dari Control Center ataupun dari command prompt. Jika dari command prompt maka ketikkan command “db2 get dbm cfg”, namun melihat dari commant prompt agak lebih sulit karena tidak terbagi-bagi. Jika menggunakan Control Center, pilih instance, kemudian klik kanan dan pilih Configure Parameter.

Ada beberapa pembagian configuration di Control Center.
1. Administration
2. Application
3. Communications
4. Diagnostic
5. Environment
6. Miscellaneous
7. Monitor
8. Parallel
9. Performance
10. Secure Socket Layer

Sekarang kita akan membahas yang diagnostic.
1. diaglevel : menentukan tipe error saja yang akan dicatat di db2diag log.

parameter yang digunakan
0 : tidak ada yang dicatat
1 : error yang berbahaya saja
2 : semua error
3 (default) : semua error dan warning
4 : semua error, warning dan informasi

2. diagpath : menentukan path untuk informasi DB2 diagnostic. Directory ini mungkin berisi dump file, trap file, error log, notification file, alert log file, dan FODC file, tergantung platform yang digunakan.

3. indexrec : menentukan kapan database manager akan mencoba untuk membuat kembali index yang rusak.

parameter yang digunakan
UNIX® Database Manager
restart [ restart; restart_no_redo; access; access_no_redo ]
Windows® Database Manager
restart [ restart; restart_no_redo; access; access_no_redo ]
Database
Use system setting [system; restart; restart_no_redo; access; access_no_redo ]

4. notifylevel : menentukan jenis administration notification yang akan dicatat di log administration notification

parameter yang digunakan
0 : tidak ada yang dicatat
1 : error yang fatal saja
2 : membutuhkan tindakan segera
3 : informasi penting, tidak membutuhkan tindakan segera
4 : pesan informasi

Sumber
http://publib.boulder.ibm.com/infocenter/db2luw/v9r7/index.jsp?topic=/com.ibm.db2.luw.admin.config.doc/doc/r0053734.html

Tulisan Sebelumnya »

Kategori